Minggu, 23 Oktober 2016

Air Terjun dalam Laut

Sebuah foto pemandangan alam di negara Pulau Mauritius menghebohkan para traveler. Di foto itu tampak seperti sebuah air terjun di dalam lautan. Keajaiban alam atau ilusi mata?

Keajaiban di Mauritius, Air Terjun di Dalam Laut

Foto lautan ajaib itu ramai di Youtube dan juga pemberitaan media di Inggris seperti Daily Mail. Fenomena ini secara tidak langsung menjadi promosi pariwisata untuk negara mungil Mauritius di Samudera Hindia dekat Afrika itu. Gambarnya memang menakjubkan dan bikin traveler penasaran.

Seperti dilihat detikTravel di Youtube,itu adalah pemandangan pantai dekat Gunung Le Morne di ujung barat daya Pulau Mauritius. Tampak di bawah lautan yang bening, pasir di dasar lautan seperti jatuh ke jurang yang dalam bersama air laut.

Kok bisa? Apakah itu mungkin ada air terjun di dalam laut yang sepenuhnya air? Ternyata, itu adalah ilusi mata yang hanya ada di Mauritius. Yang sesungguhnya terjadi adalah, pasir terbawa arus ke arah lautan lepas.

Jika dilihat dengan sudut yang tepat, akan tercipta ilusi sebuah 'air terjun' di dalam lautan. Pasir dan air laut seolah jatuh ke dalam jurang.

Foto pemandangan keren Mauritius ini bertebaran di dunia maya dengan nama Underwater Vortex Mauritius. Bahkan, ilusi mata ini juga bisa dilihat dengan Google Maps.

Minggu, 09 Oktober 2016

Keberadaan Sungai Dibawah Laut

Sungai di bawah laut ini dinamakan “cenote angelita” atau bahasa kitanya ‘sungai di laut’. Yang pertama kali menemukan sungai di bawah laut ini adalah Anatoly Beloshchin bersama kelompok penyelam lainnya. Sungai di bawah laut ini sama seperti sungai di darat seperti biasanya dimana terdapat pohon dan dedaunan di dasar laut. Sungai ini mengalir dengan panjang 115 meter di beberapa tempat, dengan aliran rasa air tawar dan asin yang bervariasi pada kedalaman tertentu.
Ini adalah bukan sungai yang sebenarnya karena itu merupakan endapan cairan yang berada dibawah laut dan menyerupai seperti sungai. Namun, jika anda lihat tampak luar biasa sekali unik dan menakjubkan atas fenomena alam di dasar laut. Orang yang pergi menyelam kesana haruslah memiliki peratalan menyelap yang kumplit, dan patut kita mengapresiasi pada orang-orang yang telah mengabadikan gambar sungai dibawah laut berikut ini.
Image result for sungai yang berada di lautan
Menurut ilmuan sungai bawah laut sebenarnya terdiri dari lapisan gas hidrogen sulfida tebal yang di hasilkan oleh bakteri dari dasar laut setelah bercampur dengan bahan organik. Sungai ini tidak seperti sungai nyata yang di penuhi air segar dari pegunungan tetapi sungai di bawah laut tersebut hanyalah lapisan gas berbau busuk yang berbentuk seperti sungai. Namun itumenciptakan ilusi sungai bahkan dengan tepi sungai, ranting, dan dedaunan, hal ini membuat diklasifikasikan sebagai sungai di bawah laut.
Sungai di bawah laut
Sungai bawah laut di laut hitam yang ditemukan oleh Dr Parson dan timnya diyakini telah terbentuk sebagai hasil dari fenomena yang berasal dari laut Mediterania ke laut hitam melalui Selat Bossphorus, sungai ini memiliki lebar 0,6 mil, dan sedimen yang dibawa oleh aliran ini membuat struktur sungai terpisah. Sungai dibawah laut ini banyak telah ditemukan dan masih bnyak lagi yang belum ditemukan.

Pertemuan Dua Laut Yang Tak Menyatu

Selat adalah lautan yang memisahkan diantara laut dan pulau, kali ini ada fakta unik dan menarik yang hendak diungkap yaitu adanya dua lautan diantara selat. 
Selat ini bernama Selat Gibraltar, yang mempunyai dua lautan tidak bercampur yang memisahkan benua Afrikan dan Eropa, tepatnya antara negara Maroko dan Spanyol.

Image result for 2 laut yang berbeda

Arus Selat Gibraltar memang sangat besar di bagian bawahnya. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan air (density)nya. Air laut di Laut Tengah (Mediterania) memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik. Ternyata ketika air laut dari Laut Tengah menuju Samudera Atlantik, mereka tidak mencampur. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah.

Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyarta, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.

Bagaimana bisa terjadi? Ceriteranya begini. Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Suhu air berbeda. Kadar garam nya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda. Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah.

Sifat lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan. Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.

Air laut Mediteranian, yang berwarna biru tua, menyusup sampai kedalaman 1000 m dari permukaan laut, di lautan Atlantik, dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya. Subhannallah.